Program Perkuliahan Karyawan
UNIVERSITAS AMIR HAMZAH MEDAN

UNIVERSITAS AMIR HAMZAH MEDAN

UHAMZAH
Berita

Dunia Kerja di Era AI, Ini Pesan untuk 169 Lulusan Universitas Amir Hamzah

Wisuda 169 lulusan UHAMZAH membawa pesan tentang AI, kreativitas, literasi digital, etika, dan integritas dalam menghadapi perubahan dunia kerja.

Dunia Kerja di Era AI, Ini Pesan untuk 169 Lulusan Universitas Amir Hamzah

Wisuda menjadi hari yang membahagiakan bagi 169 lulusan Universitas Amir Hamzah (UHAMZAH). Namun, setelah gelar diperoleh, mereka akan masuk ke dunia yang cara bekerja, berkomunikasi, dan menjalankan bisnisnya sedang berubah cepat.

Hal itu menjadi salah satu pesan dalam wisuda Universitas Amir Hamzah di Medan, 12 September 2026. Prof. OK Saidin mengingatkan bahwa bekal seorang sarjana sekarang tidak cukup berhenti pada ilmu yang diperoleh selama kuliah.

Gelar Sarjana Menjadi Awal untuk Terus Belajar

Ada pesan menarik yang muncul sebelum pembahasan tentang AI. Ketua APTISI Wilayah I Sumatera Utara Dr. Isa Indrawan mengingatkan bahwa menjadi sarjana bukan akhir dari belajar, tetapi awal menghadapi pembelajaran yang sebenarnya di luar kampus.

Pesan tersebut terasa dekat dengan kondisi sekarang. Ilmu yang dipelajari saat kuliah tetap menjadi dasar, tetapi setelah bekerja seseorang akan bertemu teknologi baru, masalah baru, dan cara kerja yang mungkin belum pernah ditemuinya di kelas.

Baca juga: Website Kuliah Sambil Kerja UHAMZAH: Agroteknologi untuk Pekerja Kebun

AI Mengubah Cara Kerja, tetapi Bukan Satu-satunya Tantangan

“Dunia hari ini bergerak maju di luar apa yang kita perkirakan,” kata Prof. OK Saidin. Ia menggambarkan perubahan itu dari hal yang sangat dekat dengan kegiatan kita sehari-hari seperti mengambil uang tidak harus datang ke bank, makanan bisa dipesan melalui ponsel, sementara tulisan hingga karya kreatif kini dapat dibuat dengan bantuan AI.

Namun, perubahan tersebut bukan sekadar soal pekerjaan menjadi lebih digital. Persaingan ikut berubah, model bisnis lama mulai bergeser, dan lulusan perlu lebih cepat membaca peluang apa yang sedang terjadi di bidangnya.

Kreativitas Dibutuhkan ketika Pilihan Kerja Ikut Berubah

Prof. OK Saidin juga membawa persoalan tersebut ke kondisi ekonomi dan lapangan kerja. Ketika kesempatan kerja tidak selalu mampu mengikuti jumlah orang yang membutuhkannya, lulusan perlu lebih kreatif mencari dan menciptakan peluang.

Artinya, setelah lulus pilihan tidak hanya menjadi PNS, pegawai BUMN, atau masuk perusahaan tertentu. Ilmu dari kampus juga bisa digunakan untuk membangun usaha, menawarkan keahlian, membuat layanan baru, atau mencoba bidang yang muncul bersama perkembangan teknologi.

Baca juga: Siapa yang Cocok Mengikuti Kelas Karyawan S1 Teknik Elektro di UHAMZAH?

Bisa Menggunakan AI Belum Tentu Siap Menghadapi Era AI

Ada persoalan lain ketika AI semakin mudah digunakan. Teknologi berkembang begitu cepat, sementara aturan dan cara masyarakat menggunakannya dengan benar belum tentu bergerak dengan kecepatan yang sama.

Prof. OK Saidin mencontohkan deepfake, misinformasi otomatis, dan manipulasi algoritma. Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi perlu dibarengi literasi digital, mempertimbangkan dampaknya, dan bertanggung jawab terhadap apa yang dibuat atau dibagikan.

Teknologi Tetap Perlu Dibarengi Etika dan Integritas

Kemudahan teknologi juga membawa tantangan, mulai dari perundungan siber, ujaran kebencian, hingga hilangnya kesantunan di media sosial. Prof. OK Saidin mengingatkan bahwa di tengah perubahan tersebut, lulusan tetap perlu menjaga empati, etika, kejujuran, dan integritas, karena reputasi tidak dibangun secara instan, tetapi dari sikap yang dijaga secara konsisten.

Baca juga: Cara Mengetahui Minat sebelum Memilih Jurusan Manajemen

Kesempatan Belajar Tetap Terbuka meski Sudah Bekerja

Pesan untuk terus belajar juga dekat dengan Universitas Amir Hamzah (UHAMZAH) yang telah berdiri di Medan sejak 1981. Melalui bidang bisnis, hukum, pertanian, dan teknik, kampus ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memilih pendidikan sesuai pekerjaan maupun arah karier yang ingin dikembangkan.

Bagi yang sudah bekerja, UHAMZAH juga memiliki Program Perkuliahan Karyawan (P2K) agar kuliah bisa dijalani tanpa harus meninggalkan pekerjaan dan sumber penghasilan. Semangat “Kampusnya Kebanggaan Warga Medan” pun terasa dekat dengan kebutuhan pekerja di Medan yang ingin menambah gelar, meningkatkan kemampuan, dan membuka langkah baru dalam karier.

Lulus Kuliah Bukan Berarti Selesai Bertumbuh

Pesan untuk 169 lulusan Universitas Amir Hamzah akhirnya tidak berhenti pada tuntutan agar mereka mampu mengikuti AI. Tantangannya lebih besar: mampu mengikuti perubahan tanpa kehilangan kemampuan berpikir, kreativitas, kepedulian kepada orang lain, dan integritas.

Bagi yang sudah bekerja, proses belajar juga tidak harus berhenti karena kesibukan. Melalui kelaskaryawan.id. atau unhamzah.id. kami siap membantu mencari jurusan dan kampus yang sesuai dengan rencana karier, termasuk Program Perkuliahan Karyawan (P2K); ikuti juga Instagram dan Channel WhatsApp Komunitas Kuliah untuk informasi pendidikan tinggi. Kalau sudah menemukan pilihan yang sesuai, lanjutkan ke pendaftaran kuliah online, karena Perubahan Dimulai dari #BeraniKuliah.